Rabu, 21 Mei 2014

Kata bijak hari ini...

- sedih melihat banyak ketidak berhasilan sepanjang ini. Namun lebih sedih lagi melihat orang-orang yang bangga dengan keberhasilan yang didapat melalui jalan pintas.
- tak setuju dengan pendapat dalam bekerja harus sesuai dengan jurusan sekolahnya. Karena dalam prakteknya banyak yang bukan jurusannya malah mampu berhasil.... Karena dalam bekerja perlu bakat... Kemauan... Kerja keras.... Kedisiplinan.... Dan hati. Mengapa hati? Karena jika kita bekerja tak sesuai hati maka hasilnyapun hanya seadanya saja.
- kebahagiaan hidup akan didapat jika kita pernah memberikan kebahagiaan buat orang lain....

Selasa, 20 Mei 2014

GERAKAN NON BLOK

Sejarah Berdirinya GNB
Di era tahun 50-an, Negara-negara di dunia terpolarisasi kedalam dua kutub. Ketika itu terjadi pertarungan yang kuat antra Timur dan Barat terutama sekali pada era perang dingin (cold war) antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet.
Sebagian Negara masuk dalam Blok Amerika dan sebagian lagi masuk dalam Blok Uni Sovyet. Aliansi dan pertarungan didalamnya memberikan akibat fisik yang negative bagi beberapa Negara di dunia seperti misalnya Jerman yang sempat terbagi menjadi dua bagian, Vietnam dimasa lalu, serta Semenanjung Korea yang sampai saat sekarang ini masih terbelah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.
Dalam pertarungan ini Negara dunia ketiga menjadi wilayah persaingan yang amat mempesona buat keduanya. Sebut saja misalnya Negara-negara di kawasan Asia Timur dan Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang serta Negara-negara di kawasan lain yang kaya akan energi dunia seperti Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar.
Dalam kondisi yang seperti ini, lahir dorongan yang kuat dari para pemimpin dunia ketiga untuk dapat keluar dari tekanan dua Negara tersebut.
Akhirnya pada tahun 1955 bertempat di Bandung, Indonesia, 29 Kepala Negara Asia dan Afrika bertemu membahas masalah dan kepentingan bersama, termasuk didalamnya mengupas secara serius tentang kolonialisme dan pengaruh kekuatan “barat”. Pertemuan ini disebutkan pula sebagai Konferensi Asia Afrika atau sering disebut sebagai Konferensi Bandung. Konferensi inilah yang menjadi tonggak lahirnya Gerakan Non Blok.
Pembangunan Gerakan Non-blok dicanangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri 25 negara dari Asia, Afrika, Eropa, dan Latin Amerika diselenggarakan di Biograd (Belgrade), Yugoslavia pada tahun 1961. Pemimpin kharismatik dari Yugoslavia, Presiden Broz Tito, menjadi pemimpin pertama dalam Gerakan Non-Blok. Sejak pertemuan Belgrade tahun 1961, serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok telah diselenggarakan di Kairo, Mesir (1964) diikuti oleh 46 negara dengan anggota yang hadir kebanyakan dari negara-negara Afrika yang baru meraih kemerdekaan, kemudian Lusaka, Zambia (1969), Alzier, Aljazair (1973) saat terjadinya krisis minyak dunia, Srilangka (1977), Cuba (1981), India (1985), Zimbabwe (1989), Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan, dan terakhir di Malaysia pada tahun 2003. Dengan didasari oleh semangat Dasa Sila Bandung, maka pada tahun 1961 Gerakan Non Blok dibentuk oleh Josep Broz Tito, Presiden Yugoslavia saat itu
Penggunaan istilah “Non-Alignment” (Tidak Memihak) pertama kali dilontarkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya di Srilangka tahun 1954. Dalam pidato ini, Perdana Menteri Nehru menjelaskan lima pilar prinsipil, empat pilar diantaranya disampaikan oleh Petinggi Tiongkok Chou En-lai, yang dijadikan pedoman bagi hubungan antara Tiongkok dengan India. Lima prinsip itu disebut dengan “Panchshell”, yang kemudian menjadi basis dari Gerakan Non-Blok. Kelima prinsip tersebut adalah:
1. Saling menghormati kedaulatan teritorial
2. Saling tidak melakukan agresi
3. Saling tidak mencampuri urusan dalam negeri
4. Setara dan saling menguntungkan, serta
5. Berdampingan dengan Damai
PERANAN INDONESIA DALAM GERAKAN NON BLOK
A. INDONESIA DAN GNB
Bagi Indonesia, Gerakan Non Blok merupakan wadah yang tepat bagi Negara-negara berkembang untuk memperjuangkan cita-citanya dan untuk itu Indonesia senantiasa berusaha secara konsisten dan aktif membantu berbagai upaya kearah pencapaian tujuan dan prinsip-prinsip Gerakan Non Blok.
GNB mempunyai arti yang khusus bagi bangsa Indonesia yang dapat dikatakan lahir sebagai Negara netral yang tidak memihak. Hal tersebut tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa “kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia haurs dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Selain itu diamanatkan pula bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kedua mandat tersebut juga merupakan falsafah dasar GNB.
Sesuai dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia memilih untuk menentukan jalannya sendiri dalam upaya membantu tercapainya perdamaian dunia dengan mengadakan persahabatan dengan segala bangsa.
Sebagai implementasi dari politik luar negeri yang bebas dan aktif itu, selain sebagai salah satu Negara pendiri GNB, Indonesia juga senantiasa setia dan commited pada prinsip-prinsip dan aspirasi GNB.
Sikap ini secara konsekuen diaktualisasikan Indonesia dalam kiprahnya pada masa kepemimpinan Indonesia pada tahun 1992 – 1995 diawal era pasca perang dingin. Pada masa itu, Indonesia telah berhasil membawa GNB untuk mampu menentukan arah dan secara dinamis menyesuaikan diri pada setiap perubahan yang terjadi dengan menata kembali prioritas-prioritas lama dan menentukan prioritas-prioritas baru dan menetapkan orientasi serta pendekatan yang baru pula.
B. TUAN RUMAH KTT X GNB
Indonesia pernah menjadi tuan rumah KTT GNB yaitu KTT X yang berlangsung pada tanggal 1 – 7 September 1992 di Jakarta dan Bogor.
Selama tiga tahun dipimpin Indonesia, banyak kalangan menyebut, GNB berhasil memainkan peran penting dalam percaturan politik global. Lewat Jakarta Message, Indonesia memberi warna baru pada gerakan ini. Antara lain, dengan meletakkan titik berat kerjasama pada pembangunan ekonomi dengan menghidupkan kembali dialog Selatan-Selatan.
Hal tersebut diatas, dirasa sangat perlu sebab Komisi Selatan dalam laporannya yang berjudul “The Challenge to the South” (1987), menegaskan bahwa negara-negara Selatan harus mengandalkan kemampuannya sendiri, kalau sekedar berharap pada kerjasama Utara-Selatan ibarat pungguk merindukan bulan. Sebaliknya, dialog Selatan-Selatan akan memperkuat posisi tawar (bargaining-position) Negara-negara berkembang meski hal ini masih harus dibuktikan.
Kendati lebih mengedepankan kepentingan ekonomi, tetapi politik dan keamanan Negara-negara sekitar tetap menjadi perhatian. Dengan profil positifnya selama ini, Indonesia dipercaya untuk turut menyelesaikan berbagai konflik regional, antara lain : Kamboja, gerakan separatis Moro di Filipina dan sengketa di Laut Cina Selatan.
Konflik Kamboja mereda setelah serangkaian pembicaraan Jakarta Informal Meeting (I & II) serta Pertemuan Paris yang disponsori antara lain oleh Indonesia.
KTT X GNB di Jakarta berhasil merumuskan “Pesan Jakarta” yang disepakati bersama. Dalam “Pesan Jakarta” tersebut terkandung visi GNB yaitu :
 Hilangnya keraguan sementara anggota khususnya mengenai relevansi GNB setelah berakhirnya Preang Dingin dan ketetapanhati untuk meningkatkan kerjasama yang konstruktif serta sebagai komponen integral dalam “arus utama” (mainstream) hubungan internasional;
 Arah GNB yang lebih menekankan pada kerjasama ekonomi internasional dalam mengisi kemerdekaan yang telah berhasil dicapai melalui cara-cara politik yang menjadi cirri menonjol perjuangan GNB sebelumnya.
 Adanya kesadaran untuk semakin meningkatkan potensi ekonomi Negara-negara anggota melalui peningkatan kerjasama Selatan-Selatan.
Setelah KTT Jakarta, GNB dapat dikatakan telah memperoleh kembali kekuatan dan keteguhannya serta kejelasan akan tujuan-tujuannya yang murni.

LAMBANG ASEAN

Sejarah dari lambang ASEAN tidak terlepas dari sejarah berdirinya ASEAN yang diawali oleh 6 negara pertama. Pada awalnya lambang negara ASEAN berupa enam batang padi yang diikat menjadi satu. Lambang pertama ini mewakili negara anggotannya yang berjumlah lima, ditambah Brunei Darussalam yang masuk pada 8 Januari 1984.

Pada lambang ASEAN yang lama, warna batang padi berwarna coklat keemasan. Di bawahnya terdapat tulisan "asean" berwarna cyan dengan latar lingkaran kuning terang yang dilingkari cincin berwarna cyan (biru muda). Warna latar lambang lama adalah putih.

Lambang ASEAN menggunakan gambar utama padi. Di sebagian besar negara anggota ASEAN padi merupakan makan pokok yang sangat penting keberadaannya. Padi juga melambangkan kesuburan, kemakmuran. Dan kekayaan.

Kemudian negara Vietnam masuk menjadi anggota pada 28 Juli 1995, dan disusul dengan masuknya Laos dan Birma pada tanggal 23 Juli 1997. Dan terakhir adalah negara Kamboja yang bergabung pada 30 April 1999, setelah sebelumnya sempat menunda bergabungnya pada tahun 1997.

Meskipun Kamboja baru bergabung di tahun 1999, namun lambang baru ASEAN yang terdiri atas sepuluh batang padi tetap diresmikan pada bulan Juli 1997.

Arti Lambang ASEAN – Bentuk Lambang ASEAN

Lambang ASEAN berupa seikat batang padi berwarna kuning yang berjumlah sepuluh buah batang yang diikat menjadi satu. Di bawah gambar batang padi terdapat gambar tulisan “asean” berwarna biru tua, yang ditulis dengan menggunakan huruf kecil semua yang berjenis helvetica.

Sepuluh ikat batang padi berwarna kuning dan tulisan asean berwarna biru tua tersebut berada di dalam sebuah lingkaran yang berwarna merah. Kemudian lingkaran merah ini dibatasi oleh sebuah lingkaran cincin berwarna putih di bagian luar. Dan terakhir sebuah lingkaran cincin di bagian paling luar kembali membatasi lingkaran cincin putih di dalamnya - Arti Lambang ASEAN.
Berikut ini adalah makna dan arti lambang ASEAN :
Lambang ASEAN merupakan lambang yang digunakan sebagai lambang resmi dari ASEAN.
Lambang ASEAN melambangkan kemantapan, perdamaian, persatuan, dan dinamika ASEAN. Semua warna yang ada di dalam lambang ASEAN (yaitu biru, merah, putih dan kuning) merupakan warna-warna yang juga dipakai atau ada di dalam semua bendera dari negara-negara anggota ASEAN.
Warna biru pada lambang ASEAN mencerminkan perdamaian dan kemantapan, warna merah melambangkan keberanian dan dinamika, warna putih melambangkan kesucian, sedangkan warna kuning melambangkan kemakmuran.
Gambar sepuluh batang padi berwarna kuning yang terikat menjadi satu melambangkan seluruh negara anggota ASEAN yang berjumlah sepuluh. Dan juga mewakili harapan para bapak pendiri ASEAN yang memimpikan ASEAN terdiri atas seluruh sepuluh negara-negara Asia Tenggara yang selalu terikat dalam sebuah persahabatan dan solidaritas yang kuat.
Lingkaran melambangkan persatuan negara-negara anggota ASEAN.
Hak cipta Lambang ASEAN dimiliki oleh ASEAN.

UUD 1945 JUGA MENGATUR HAM.

1) Pasal 27 UUD 1945, berbunyi:
(1) “Segala warga negara bersamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjungjung hukum dan pemerinatah itu dengan tidak ada kecualinya”.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
(3) “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”
2) Pasal 28 UUD 1945
”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”

3) Pasal 28 A        
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya
4) Pasal 28 B
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah
(2) Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
5) Pasal 28 C
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya
6) Pasal 28 D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlidungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum
(2) Setiap orang berhak untuk berkerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalm pemerintahan
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan
7) Pasal 28 E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai hati nuraninya.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.
8) Pasal 28 F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
9) Pasal 28 G
(1) Setiap orang berhak atas perlindung diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasinya.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.
10) Pasal 28 H
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan
(3) Setiap orang berhak atas imbalan jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh siapapun.
11) Pasal 28 I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yanbg bersifat diskriminatif atas dasar apaun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara terutama pemerintah
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asaso manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokrastis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.
12) Pasal 28 J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(2) Dalam menajlan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimabangan moral, nilai-nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokrastis.
13) Pasal 29
(1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk berinadah menurut agama dan kepercayaannya itu.
14) Pasal 30 ayat (1)
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
15) Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
16) Pasal 32 AYAT (1)
(1) Negara mamajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
17)  Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagi usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
18)  Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Senin, 19 Mei 2014

Present simple

Use: Use: Sentences in the present simple tense are true Sentences in the present simple tense are true all all the time the time . .

I come from Japan. I come from Japan. I live in Paris. I live in Paris. I like animals. I like animals. I have three sisters. I have three sisters.

Form: Form: 1) Form the present simple this way: 1) Form the present simple this way: Positive Positive

I I like like

you you

he he

like like s s

she she

it it

we we like like

they they

Negative Negative

I I don’t don’t

you you

he he

doesn’t doesn’t

she she

it it

we we don’t don’t

they they

Questions Questions

I I

Do Do

animals? animals? you you

he he

Does Does

she she

it it

Do Do we we

they they

Short answers Short answers

I I

you you

Yes, Yes,

he he

she she

it it

we we

they they

I I

you you

No, No,

he he

she she

it it

we we

they they

Spelling Rules for 3rd person (he / she / it) Spelling Rules for 3rd person (he / she / it)

If a verb ends in If a verb ends in consonant + y consonant + y , change , change y y to to i i and add and add es. es.

I stu I stu dy dy English. He stu English. He stu dies dies English. English.

If a verb ends in If a verb ends in tch, ss, x, sh tch, ss, x, sh or or z z , add , add es es . .

She watch She watch es es television. television. Susan miss Susan miss es es her family. her family. He fix He fix es es the television. the television. My dad wash My dad wash es es the car on the car on Sundays. Sundays.

Some verbs have irregular Some verbs have irregular spellings: spellings:

I go I go → he / she / it → he / she / it goes goes

he I do → he / she / it / she / it does does

→

I do

I have → he I have → he / she / it / she / it has has

Common mistakes Common mistakes 1) Some 1) Some students forget to add s for students forget to add s for he/she/it. he/she/it. My My mother like chocolate. mother like chocolate.

mother likes chocolate. mother likes chocolate.

Some 2) Some students make the negative form students make the negative form

2)

incorrectly. incorrectly. Tom Tom no work here. no work here.

work here. work here. Tom Tom isn’t work here. isn’t work here. Tom Tom don’t work here. don’t work here.

3) Some 3) Some students forget to use Do and Does students forget to use Do and Does to make questions. to make questions. You like this song? You like this song?

song? song? Is your father work here? Is your father work here?

father work here? father work here?

Sabtu, 10 Mei 2014

LOMPAT BATU SEBAGAI BUDAYA BANGSA DARI NIAS

Tradisi Lompat Batu  atau Fahombo adalah tradisi yang dilakukan oleh seorang pria yang mengenakan pakaian adat meloncati susunan batu yang disusun setinggi lebih dari 2 meter.
Tradisi Lompat Batu
Tradisi Lompat Batu.
Tradisi Lompat Batu berasal dari Kabupaten Nias , yaitu salah satu kabupaten di Sumatera Utara  yang terletak di Pulau Nias.
ibukota Nias adalah Gunungsitoli.
Lompat batu (hombo batu)  merupakan tradisi yang sangat populer pada masyarakat Nias di Kabupaten Nias.
Tradisi lompat batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur untuk berlatih perang. Sebab, nenek moyang di Pulau Nias sering perang antarsuku.
Nah, lompat batu ini berguna sebagai latihan fisik para pemuda di Nias supaya kuat dan mampu menembus benteng lawan yang konon cukup tinggi untuk dilompati.
Tradisi ini berkembang sehingga berubah fungsinya. Kan, perang antarsuku sudah tidak ada lagi jaman sekarang.
Saat ini, tradisi lompat batu  digunakan sebagai salah satu bentuk ritual upacara dan simbol budaya  masyarakat Nias.
Tradisi lompat batu saat ini dilakukan oleh para pemuda sebagai penanda bahwa ia sudah dewasa. Dengan melakukan tradisi tersebut, mereka akan diakui sebagai lelaki pemberani, telah memenuhi syarat untuk menikah.
Unik, kan? Hihihih.. tadinya untuk latihan perang, akhirnya jadi salah satu persyaratan untuk menikah.

Minggu, 27 April 2014

BERAS BASAH NAN EKSOTIS.

Di Bontang, Kaltim ada sebuah pulau cantik bernama Pulau Beras Basah yang mulai tenar bagi wisatawan. Selain suguhan keelokan pantai pasir putih, ada mercusuar menjulang tinggi dan pemandangan bawah laut yang menawan.

Mungkin banyak yang penasaran dengan dua kata yang tidak asing di telinga yakni Beras Basah, yang berarti beras terkena air. Tetapi bukan itu yang dimaksud, Beras Basah yang saya maksud kali ini berbeda.

Mungkin banyak yang belum tahu kalau Beras Basah itu adalah nama dari sebuah pulau di Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah Bontang. Pulau Beras Basah yang dulunya hanya menjadi tempat rekreasi terbatas yang diperuntukkan karyawan dan keluarga karyawan perusahaan gas yang berkedudukan di Bontang.

Seiring berjalannya waktu, lambat laun semakin banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun dari luar Bontang. Keindahannya tidak diragukan lagi. Selain disuguhi dengan keindahan pantai, pasir yang putih, mercusuar yang menjulang tinggi dan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Sensasi perjalanan yang ditawarkan untuk sampai ke Pulau Beras Basah juga tidak kalah serunya. Jalan yang berliku, mendaki meliuk bagai ular serta menurun terjal seakan naik roller coaster.

Untuk mencapai Pulau Beras Basah dari Kota Balikpapan, tidak butuh biaya hingga jutaan rupiah. Selain bisa dikunjungi sendiri dengan menggunakan transportasi pribadi atau umum, bisa juga dengan rombongan dengan tujuan menghemat biaya perjalanan darat dan laut.

Waktu tempuh dari Kota Balikpapan ke Samarinda kurang Lebih 3 jam dan dari Kota Samarinda ke Kota Bontang hingga di Pelabuhan Tanjung Laut juga kurang lebih 3 jam. Sedangkan untuk mencapai Pulau Beras Basah dari Pelabuhan Tanjung Laut, dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.

Sepanjang perjalanan ke Bontang, akan banyak dijumpai rumah-rumah makan yang bisa menjadi alternatif selain untuk mencicipi kuliner khas Tanah Borneo. Di sana juga bisa menjadi tempat melepas penat karena dilengkapi dengan balai-balai yang kebanyakan terbuat dari bambu. Biasanya, disediakan juga toilet umum, musala bahkan fasilitas charger handphone atau gadget.

Di Pulau Beras Basah kita dapat menikmati senja atau sunset. Alangkah baiknya jika memang ingin puas menikmati disarankan untuk menginap, agar bisa menikmati pemandangan pagi hari dan pemandangan bawah laut di pagi hari. Serta mengunjungi gosong (pulau pasir) yang ada di sekitar Pulau Beras Basah yang tidak kalah menakjubkannya. Gosong tersebut bisa dicapai dengan perahu klotok atau speed boat.

Ada beberapa hal yang harus menjadi point penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum berkunjung ke pulau ini dengan matang. Antara lain membawa persediaan air minum dan air bersih yang cukup serta tempat untuk menginap (tenda dan semacamnya). Alasan utama adalah karena air bersih tidak disediakan di pulau ini, kecuali jika ingin membeli dengan harga Rp 5.000 untuk satu jerigen ukuran lima liter.

Selain Beras Basah, turis juga dapat mengunjungi Pulau Segajah juga masih berada di Selat Makassar di wilayah Bontang, Kalimantan Timur. Jarak Pulau Segajah dari Pulau Beras Basah dapat ditempuh dengan menggunakan perahu atau speedboat.

Pulau ini juga tidak kalah indahnya dari Pulau Beras Basah. Jika Pulau Beras Basah mempunyai fasilitas mercusuar, musala, rumah dan pedagang. Berbeda halnya dengan Pulau Segajah.

Jangankan fasilitas tersebut, pohon kelapa pun tidak akan kita jumpai di sana. Tapi yang menjadi nilai tambah adalah ratusan bintang laut yang menghiasi tepi pulau serta terumbu karang yang dikembangbiakkan sangat dangkal.

Sehingga jika kita tidak bisa berenang pun bisa menikmati keindahan terumbu karang, mahluk bawah laut tanpa harus takut tenggelam. Pulau Beras Basah dan Segajah adalah pulau yang cocok untuk dikunjungi para pencinta diving dan snorkeling.
(sumber: Detik.com)